Skip to main content

[PDF] Dasar Pemetaan: Apa saja yang harus diketahui?

Oke, jadi, ingin memulai belajar tentang peta, walaupun sedikit? Semoga ringkasan berikut bisa membantu.

Peta bukanlah hal yang asing dalam perkembangan peradaban kehidupan manusia. Sebaliknya, peta justru merupakan salah satu alat yang berperan besar dalam pengetahuan. Para penjelajah laut pertama mengandalkan peta yang mereka buat setelah mengunjungi pulau demi pulau. Peta memfasilitasi manusia untuk mengetahui gambaran kenampakan bumi.

Peta Dunia (Credit: wpmap.org
Menurut Senawi dkk., 2008, peta dapat diartikan sebagai gambaran konvensional atas sebagian atau seluruh permukaan bumi beserta fenomena yang ada, dengan pengecilan sesuai skala yang ditentukan di atas bidang datar, baik untuk menyajikan data yang selektif atau bentuk-bentuk abstrak yang ada hubungannya dengan permukaan bumi. Pemetaan adalah teknik pembuatan peta, dimulai dari pengukuran dan perolehan data, penyajian data secara spasial ke dalam bidang datar sebagai peta.

Pemetaan dipelajari secara khusus dalam kartografi, dan juga dipelajari di mata kuliah yang saya dapatkan yaitu Survei dan Pemetaan Hutan. Pemetaan hutan merupakan salah satu kegiatan inti di bidang kehutanan, yang akan menjadi dasar bagi pengelolaan selanjutnya. Bayangkan saja kalau tidak dipetakan, dari mana kita tahu posisi pohon yang akan ditebang dan yang belum boleh ditebang? Bagaimana jalur akses untuk alat-alat berat yang akan digunakan? Setidaknya, yang paling sederhana adalah penggunaan peta supaya tidak tersesat di dalam hutan belantara.

Untuk beberapa orang, pemetaan bisa menjadi rumit untuk dipelajari. Terkadang kita tidak tahu bagaimana dan di mana harus memulai belajar. Saya akan mencoba membantu dengan menguraikan beberapa hal dasar yang harus diperhatikan dalam mempelajari pemetaan, khususnya di Indonesia:
  1. Pengertian peta dan pemetaan
  2. Fungsi peta
  3. Bagian peta
  4. Macam-macam peta
  5. Skala peta
  6. Sudut Azimuth dan Sudut Bearing
  7. Sistem Koordinat
  8. Proyeksi Peta dan Sistem Proyeksi
  9. Universal Transfer Mercator (UTM)
Pengertian Peta dan Pemetaan
Telah banyak akademisi dan penulis yang mendefinisikan peta dan pemetaan. Secara sederhana, peta adalah gambaran sebagian permukaan bumi di atas bidang datar (kertas), dalam skala dan sistem proyeksi tertentu. Pemetaan adalah teknik pembuatan peta, meliputi pengukuran, perolehan data, pengolahan data, hingga penyajian data secara spasial sebagai peta.

Fungsi Peta
Secara umum, terdapat lima fungsi peta:
• Sebagai model muka bumi
• Sebagai dokumen ilmiah
• Sebagai media komunikasi
• Sebagai pendukung sistem perencanaan
• Sebagai sarana multilateral matching (membangun kesepahaman dan kesepakatan antarpihak)

Bagian Peta
Bagian peta dibagi menjadi dua, yaitu muka peta dan informasi tepi. Muka peta adalah informasi dari permukaan bumi berupa Simbol dan Toponimi yang digambarkan langsung sebagai isi dari peta. Informasi tepi adalah keterangan dari Simbol yang digambar pada muka peta dan keterangan lain yang dianggap penting dan memperkaya informasi yang disampaikan.
Indonesia memiliki Standar Nasional sendiri dalam menyajikan tampilan peta yang terdapat dalam SNI 6502.2-2010 Spesifikasi penyajian peta rupa bumi 25.000.

Macam-macam Peta
Peta dapat dikelompokkan berdasarkan:
Skala: Besar, Sedang, Kecil
Fungsi: Peta Dasar, Peta Tematik
Tujuan: Perencanaan, Legal
Jenis: Peta Garis, Peta Foto

Skala Peta
Skala pada peta adalah perbandingan besaran (jarak = panjang) pada peta terhadap besaran (jarak = panjang di permukaan bumi). Jarak di permukaan bumi di sini tidak sama dengan jarak sesungguhnya. Seringkali kita kurang teliti dalam mendefinisikan bagian ini.
Mengapa jarak permukaan bumi pada peta tidak sama dengan jarak sebenarnya? Ketika kita melihat peta, jarak antara objek dengan objek lainnya (misalnya antara sungai dan gunung, atau antarkota) yang ditunjukkan adalah jarak datar. Jarak datar adalah jarak yang tegak lurus permukaan bumi, sederhananya ia cuma menunjukkan jarak yang lurus-lurus saja seakan tidak ada penghalang. Sedangkan jarak sesungguhnya tentu ada naik-turunnya, mengikuti topografi muka bumi, yang juga disebut jarak lapangan. Perhatikan gambar berikut, tentu Anda akan ingat konsep trigonometri.
Ilustrasi jarak datar dan jarak lapangan  
Peta skala besar contohnya: 1: 1.000, 1:5.000, 1: 10.000, 1:50.000
Peta skala kecil contohnya: 1:100.000, 1:250.000, 1:1000.000
Peta skala besar memiliki gambaran/cakupan wilayah yang sempit, namun informasinya detail. Peta skala besar memiliki gambaran wilayah luas namun informasinya lebih umum. Contohnya: peta Kota Yogyakarta adalah peta skala besar, sebab hanya menunjukkan Kota Yogyakarta saja dengan rincian kecamatan, dan bahkan mungkin tempat-tempat penting di Kota Yogyakarta. Sebaliknya, peta Pulau Jawa Tengah memiliki cakupan wilayah seluruh Jawa Tengah, meliputi Kota Yogyakarta, namun informasi yang didapat hanya umum saja. Ketika skala diubah, yang berubah dari sebuah peta adalah informasi dan cakupan wilayahnya.

Mengenai materi Sudut Azimuth & Bearing hingga UTM (poin 6-9) dapat dipelajari lebih jelas di sini (PDF yang dapat diunduh). PDF tersebut merujuk pada situs pembelajaran Sistem Informasi dan Pemetaan Hutan Fakultas Kehutanan UGM.

Sekian informasi yang dapat saya bagikan, semoga dapat bermanfaat!

Comments